• Home
  • Blog
  • Agen Bola Tangkas -Kekacauan di Lini Tengah Everton Hadirkan Kemenangan bagi Spurs

Agen Bola Tangkas -Kekacauan di Lini Tengah Everton Hadirkan Kemenangan bagi Spurs

Agen Bola Tangkas -Kekacauan di Lini Tengah Everton Hadirkan Kemenangan bagi Spurs

4p

Agen Bola Tangkas – Kekacauan di Lini Tengah Everton Hadirkan Kemenangan bagi Spurs | Agen Tangkas Online | Agen Tangkas Terbaik | Agen Tangkas Terpercaya

4p

Agen Bola Tangkas – catatan apik Everton yang tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir di Liga Primer akhirnya kandas juga. Melawat ke White Hart Line, markas Tottenham Hotspur, anak asuh Ronald Koeman kalah dengan skor 2-3.

Ketiga gol Spurs di laga ini disumbangkan oleh Dele Alli dan dua gol dari Hary Kane. Sementara dua gol Everton dicetak oleh Romelu Lukaku dan Enner Valencia.

Meski dalam skor berakhir dengan hasil tipis, namun pada kenyataannya Spurs mampu mendominasi jalannya pertandingan. Hal itu pun terbukti dari jumlah catatan tembakan Spurs yang berada di angka 20, berbanding jauh dengan Everton yang hanya mencatatkan delapan kali tembakan.

Dengan hasil ini, Spurs pun untuk sementara merangsek ke posisi dua klasemen dengan torehan 56 poin. Sedangkan Everton masih tertahan di peringkat ketujuh dengan raihan 44 angka.Lini Tengah Everton Berantakan

Pada pertandingan ini, Ronald Koeman mengubah formasi dasar 4-3-3 yang biasa digunakannya dalam beberapa laga terakhir menjadi 4-3-2-1. Ross Barkley, yang biasanya bermain di sisi sayap kanan/kiri, ditarik ke tengah guna menemani Ben Davies di posisi gelandang serang.

Sementara Ademola Lookman, yang biasanya menjadi andalan Koeman untuk menyisir sisi sayap, tidak diturunkan pada pertandingan kali ini. Posisi Lookman digantikan oleh Gareth Barry yang dalam dua pertandingan terakhir biasanya memulai pertandingan dari bangku cadangan. Barry sendiri ditempatkan di posisi sentral untuk menemani Morgan Schneiderlin dan Idrissa Gueye.

Dengan susunan seperti itu, Koeman jelas bermaksud untuk memperkuat lini tengahnya guna meredam agresitivas yang dimiliki oleh para gelandang Spurs seperi Christian Eriksen, Dele Alli, juga Mousa Dembele.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Pressing ketat yang dilakukan oleh para gelandang Spurs membuat lini tengah Everton seolah menjadi buntu. Barkley dan Davies yan ditugaskan untuk memanjakan Romelu Lukaku pun selalu kesulitan untuk melewati kedisiplinan Victor Wanyama.

Begitu pun dengan trio: Schneiderlin, Barry dan Gueye. Koordinasi buruk yang terjalin di antara ketiganya bahkan menghadirkan dua gol Spurs yang dicetak oleh Harry Kane. Gol pertama yang dicetak oleh Kane di menit ke-20 terjadi karena diberikannya ruang tembak bagi penyerang timnas Inggris itu oleh ketiga gelandang Everton tadi.

Begitu pun dengan gol kedua yang dicetak oleh Kane. Hal itu terjadi karena hilangnya fokus dalam diri Schneiderlin ketika menerima sodoran bola dari kiper Joel Robles. Whoscored bahkan menempatkan mantan gelandang Manchester United tersebut menjadi pemain paling buruk pada pertandingan ini dengan rating yang hanya mencapai 5,4.

Spurs Andalkan Sisi Kiri untuk Menyerang

Dengan catatan tiga assist-nya, Seamus Coleman menjadi pemain belakang yang paling banyak menyumbang assist bagi Everton sejauh ini. Hal itu pun sebetulnya masuk akal mengingat dirinya sering kali menjadi bek yang paling aktif dalam hal membantu serangan.

Dalam dua laga terakhir melawan Middlesbrough dan Sunderland, jika digabungkan, pemain asal Irlandia itu mencatatkan 11 kali umpan silang bagi The Toffees. Akan tetapi, di laga melawan Spurs, pemain berusia 28 tahun tersebut hanya mampu melepaskan satu umpan silang saja di sepanjang pertandingan.

Di laga tersebut, Coleman cenderung bermain pasif dengan lebih sering menjaga area pertahanannya sendiri. Apa yang dilakukan oleh Coleman pun sebetulnya tidak terlepas dari kombinasi agresivitas yang ditunjukan oleh Ben Davies dan Dele Alli di sisi kiri Spurs. Bukan hanya itu, keduanya bahkan sering terbantu oleh Jan Vertonghen yang selalu berani untuk merangsek membantu penyerangan. Bek Belgia tersebut bahkan mencatatkan satu tembakan ke gawang melalui solo run yang dilakukannya.

Ketiga gol yang dicetak oleh Spurs di laga ini pun semuanya bermula dari sisi kiri. Begitu juga dengan 12 chances created yang dibuat oleh Spurs di laga ini, yang sembilan di antaranya dibuat/diarahkan ke sisi kiri.

Hal itu pun sudah termasuk gol yang diciptakan Alli ketika menerima umpan silang dari Davies. Baik Coleman maupun Gueye, memang terlihat selalu kesulitan untuk meredam kecepatan yang dimiliki oleh Davies. Pemain asal Wales itu sendiri berhasil menorehkan empat umpan kunci dan lima umpan silang untuk melengkapi assist-nya itu.

Coleman sendiri memang mengakui jika ketiga gol yang diciptakan oleh Spurs merupakan kecerobohan yang dilakukan oleh para pemain Everton.

“Saya tidak berpikir kami harus mengeluh dengan hasil akhirnya,” ungkapnya seperti dilansir laman resmi klub.

“Kami tahu jika kedatangan kami ke sini akan menjadi salah satu tes terbesar bagi kami. Dan di satu sisi, kami pun ingin melihat di manakah level kami berada. Saya tidak berpikir kami akan membantu diri sendiri dengan gol-gol yang kami berikan secara Cuma-cuma, kami sangat kecewa dengan kecerobohan itu,” tambahnya.

Kesimpulan

Meskipun Everton mampu mencuri dua gol di laga ini, namun secara keseluruhan permainan yang ditunjukan oleh mereka jauh dari yang diharapkan. Perubahan strategi yang dilakukan oleh Ronald Koeman pun bisa dikatakan tidak efektif. Karena pada kenyataannya, para gelandang yang diinstruksikan untuk meredam serangan justru menjadi bumerang bagi timnya sendiri.

Romelu Lukaku pun terlihat sering frustrasi dengan turun jauh untuk menjemput bola akibat minimnya suplai yang ia dapatkan dari lini kedua. Dengan begitu, Spurs pun mendapatkan keuntungan untuk memasang garis pertahanan yang tinggi guna meredam serangan balik Everton dari atas.

Admin : Ubc188.com

Related Post


Top

Download Aplikasi UBCWIN